Dia tidak mau memberitahu saya siapa namanya. Dia hanya mengijinkan saya mengambil gambarnya saja. Itu saja. Saya temui dia di Jl. Dr. Satrio, di depan rumah makan sunda yang saya lupa namanya.
kenapa ya tiap kali baca jurnalnya dank ari selalu saja merasa bahwa ternyata hidup itu ada beragam sisi...dan kemudian tersadar..."hey..dah waktunya kau turun ke bumi. jangan maunya terbang saja..."