Setiap hari mereka datang. Dengan jualannya masing-masing. Rupiah memang selalu menanti mereka di peron-peron, yang kadang berjejal, kadang sepi. Tak selalu banyak pundi yang masuk ke kantong mereka. Iwan bahkan mengaku penghasilannya menurun tajam. Makanya dia sempat berjualan di depan Kedubes Belanda, untuk mencari peruntungan baru. Hidup memang susah, terutama kalau dikaitkan dengan materi. Tapi bukankah hidup tak semata materi? Tak semata uang seribu, sejuta atau satu miliar? Iwan nampaknya masih akan memikul bakso cuankienya. Bu Ida juga mungkin masih akan menyeduh kopi, pop mie dan mengecerkan rokok-rokoknya. Semoga saja, bukan semata materi yang mereka kejar.
|