Setiap pagi tiba, ada keriuhan di pesisir pantai Anyer. Nelayan mulai kembali dari laut. Perahu-perahu kayu itu satu per satu merapat ke daratan. Setiap merapat, sang nelayan kerap dibantu oleh rekan-rekan sesama nelayan untuk menambatkan perahunya. Selain oleh sesama nelayan, yang kadang jarang ditemui di pesisir pantai karena masih di laut atau sedang menjual ikannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), mereka pun dibantu oleh anak-anak kecil yang kebetulan sedang bermain di sekitar pantai. Tapi, ternyata bantuan itu tak cuma-cuma. Para nelayan harus menyiapkan ikan-ikan kecil, atau udang, atau cumi, untuk dibagikan kepada anak-anak itu sebagai upah.
|