Entah kenapa, badan terasa nanar. Kedua lengan pegal bukan main, mungkin karena angkat barbel yang dipaksakan sabtu kemarin. Badan yang nanar kemudian mencuatkan pilek yang tidak mau berhenti dari pertengahan siang hingga saat ini. Demikian mengganggu, harus bolak balik kamar mandi dan meminta tissue berkali-kali pada Sacha.
Karena sedang puasa, obat flu baru bisa disantap beberapa menit yang lalu, selepas makan besar. Rupanya belum banyak membantu hingga saat ini. Pembuluh-pembuluh darah sepertinya masih memar dan pening. Darah seperti tak mengalir sempurna ke otak dan ke bagian-bagian tubuh yang lain.
Untungnya, saya tidak sakit kepala. Biasanya, sakit kepala justru yang datang lebih dulu.
Nanti malam, akan saya santap lagi dua tablet obat flu. Semoga saja tidurku nyenyak dan bisa terbangun dengan kondisi tubuh yang prima. Banyak hal yang harus dipikirkan hari ini namun terganggu oleh simpang siur badan ini. Semuanya harus saya kejar esok...
Tidak. Saya tidak akan mengejar Mas-Mas, seperti yang dilakukan Rudi Soedjarwo dan Monty, film yang banyak mencuatkan kritik pribadi saya yang lagi-lagi klise terhadap film lokal.
Tidak. Saya tidak akan Mengejar Mas-Mas. Saya akan mengejar ketertinggalan pekerjaan hari ini....